Menyiapkan Pribadi Berkehidupan Insan Kamil

Standar

Oleh: Ir. H Imam Sufaat, MT

الله أكبر الله أكبر الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَه، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرُ الصِّيَامِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِلصَّائِمِيْنَ وَفَرْحَةً لِلْمُتَّقِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْن، اللهم فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلهِ وَأَصْحَابِ الْكِرَامِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن.

Hadirin Jama’ah ‘Iedul Fitri Rahimakumullah

Marilah Kita bersama-sama memanjatkan puji syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita bersama dapat duduk bersimpuh mengucapkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil sebagai perwujudan dari rasa syukur kita menyelesaikan ibadah shaum di bulan suci Ramadhan 1432 H, termasuk amalan qiyamul Lail, Zakat, infaq, shodaqoh dan kebajikan lainnya.

Menjadi harapan kita semua bahwa Ibadah Ramadhan yang telah kita amalkan diterima ALLAH SWT dan kita memperoleh pencapaian ketaqwaan yang lebih meningkat tinggi sesuai dari makna dan tujuan ibadah puasa.

Disamping itu menjadi harapan kita semua kita menemukan kembali Fitrah kita sebagai manusia seperti Bayi yang baru dilahirkan dan penuh kesiapan sebagai Khalifatul fil Ardhi, pengelola bumi untuk kemaslahatan atau kebaikan duniawi.

Dan hari ini kita melaksanakan Ibadah Sholat Ied yang pelaksanaannya berdasarkan surat keputusan Majlis Tarjih tahun 2011 yang menyatakan bahwa tanggal 1 Syawal 1432 jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011, merupakan penutup ibadah Ramadlan 1432 H, sejalan dengan firman-Nya pada QS. Al-Baqarahayat 185:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: .. وَلِتُكْمِلُوْا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُ اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ. {البقرة : 185}.

“…Dan hendaknyakamumencukupkan bilangannya dan hendaknya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, niscaya kamu bersyukur”. (QS. Al-Baqarah: 185).

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد!

Maka menjadi pertanyaan kita adalah apa yang harus kita perbuat lebih lanjut, kemana arah tujuan hidup kita ? Apakah kita lalui hari-hari dengan begitusaja?

Kalau kita mngkaji ayat-ayat suci Al Qur’an beberapa diantaranya menyisipkan kalimat pertanyaan :

  • Mengapa kamu tidak berfikir ?
  • Nikmat Allah yang mana yang kau dustakan ?
  • Merupakan tanda-2 kebesaran Allah bagi hambanya yang mau berfikir ?
  • Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Tuhanmu ?

Ayat terahir perlu kita perhatikan !!!

Antara lain mengapa orang beriman masih disuruh beriman lagi…..

Jawaban sederhana adalah ibarat anak kecil disuruh mandi, maka ternyata walaupun si anak sudah mandi tetapi menurut orang dewasa belum mandi, karena nampak hasilnya tidak bersih, terlihat bekas sabun yang masih tertinggal dan lain-2.

Kalau kita kembangkan pertanyaan dampak keimanan di negeri yang kita cintai ini dimana mayoritas penduduknya adalah beragama Islam, maka kejahatan dan pencurian sangat memilukan dan memalukan, contoh :

ü      Kasus Korupsi yang meluas

ü      Perkelahian antar warga dan anak sekolah

ü      Pembunuhan,Pencurian dan tindak kriminal lainnya

Kelihatannya  permasalahan tersebut nampaknya kok sulit diberantas dan dihapuskan sampai batas tertentu secara bertahap.

Maka jangan-jangan keimanan yang ada pada sebagian masyarakat Indonesia seperti cerminan anak kecil yang baru mandi, dalam arti kata belum benar atau jauh dari pengertian dan maksud iman yang benar yaitu : sesuatu yang diyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan.

Maka pada kesempatan yang fitri pada hari ini Khotib mengajak pada kita semua untuk mengkaji kembali tentang pemahaman bersama tentang agama /Dienul Islam yang sama-sama kita miliki.

  1. ISLAM DAN KEHIDUPAN

Kembali kita ulang pengertian Islam

Islam adalah Agama ALLAH yang di wahyukan kepada Rasul adalah sebagai sebagai hidayah (petunjuk) dan rahmat ALLAH bagi umat manusia sepanjang masa, yang menjamin kesejahteraan hidup materiel dan spirituiil, dunia dan akhirat.

Perhatikan Surah 42 , As Syura  : 13

Artinya : Dia ALLAH telah mensyariatkan kepadamu Agama yang telah diwasyiatkan-NYA kepada NUH dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu Muhammad, dan apa yang telah Kami wasiatkan pada Ibrahim,Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama dan janganlah berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-2 Musyrik untuk mengikuti agama yang kamu serukan pada mereka. Allah memilih orang yang DIA kehendaki kepada Agama Tauhid dan memberi petunjuk pada orang-2 yang kembali kepada-NYA.

Pengertiannya bahwa Islam sebagai agama adalah ketentuan yang sudah diturunkan kepada para Nabi-2 sebelumnya dan apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah tersusun dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi yang shoheh didalamnya tergambarkan perintah dan larangan serta petunjuk kehidupan dalam bentuk Aqidah, Ahlaq, Ibadah, Muamalah duniawiyah bagi kebahagiaan manusia.

Dengan Islam mengatur hal-hal sebagai berikut :

a) Penghambaan diri pada ALLAH semata (An-Nisa;125)

…Orang yang dengan Ihlas berserah diri kepada ALLAH, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus

b) Agama/Peraturan bagi semua para Nabi (Al-Baqoroh : 136)

…Kami beriman pada ALLAH dan kepada apa yang diturunkan pada kami,  dan pada apa yang diturunkan pada Ibrahim,Ismail,Ishak,Ya’kub dan anak-2nya, kepada Musa dst

c)  Ketentuan yang sesuai Fitrah Manusia(Ar-Rum : 130)

…Maka hadapkanlah wajahmu pada agama Islam yang sesuai fitrah dst

d) Petunjuk bagi Manusia (Al-Baqoroh : 185)

….Dalam bulan Ramadlan diturunkan Al_Qur’an sebagai petunjuk bagi Manusia dst

e) Mengatur hubungan Manusia dengan Tuhan dan sesama manusia (Ali-Imran 112)

…..Mereka yang berpegang pada tali(perjanjian) ALLah dan tali(perjanjian) dg Manusia dst

f)  Rahmat bagi semesta Alam (Al-Anbiya :107)

….Dan Kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadikan Rahmat bagi semesta Alam

g) Agama yang di-Ridloi ALLAH (Ali-Imran :19)

….Sesungguhnya agama di sisi ALLAH adalah Islam dst

h) Agama yang sempurna (Al-Maidah : 3)

…..Pada harini telah Aku sempurnakan agamu untukmu.. dst

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد!

Maka dengan beragama Islam setiap muslim akan memiliki landasan hidup yang dengan dasar Tauhid sangat kuat, diikuti dengan peraturan  untuk menjalani kehidupan sangat sempurna dengan selalu menjaga hubungan vertikal dan horizontal yang seimbang dengan selalu menyebarkan Rahmatan lil Alamiin untuk mendapatkan Ridlo ALLAH,  sehingga menjalani hidup didunia penuh dengan kesempurnaan.

Setiap muslim yang dengan pengamalan Ajaran Islam dengan benar dan sungguh-sungguh akan terbentuk kepribadian dengan sifat-sifat utama dengan ciri sbb :

i)   Muslim paripurna (Al-Fath :29)

Pribadi mencontoh sikap tegas terhadap orang-2 Kafir dan Kasih sayang sesama seiman, Selalu rukuk dan berwajah nampak bekas sujud seperti yang digambarkan dalam kitab-2 suci sebelumnya.

j)  Mukmin sejati (Al-Mukminun :1-11, Al-Hujarat :15dll)

Pribadi yang Ibadahnya paripurna dan mencegah perbuatan hina, berjihad di Jalan ALLAH

k)  Muhsin berahlaq mulia (An-Nisa :125,Al-An’am: 14, dll)

Pribadi yang berserah diri dan selalu berbuat kebajikan antara lain ketaatan pd orang tua,tidak musyrik dll

l)  Muttaqiin yang selalu mohon  ampunan (A-Imran: 17,Al Maidah: 8 dll)

Pribadi yang sabar, benar, taat dan menginfakkan hartanya serta mendirikan ibadah malam dll

Kepribadian Muslim yang berjiwa Mu’min, Muhsin dan Muttaqiin paripurna inilah yang dalam konsep kehidupannya akan memiliki Aqidah yang berdasarkan Tauhid benar dan selalu istiqomah,berfikir berperilaku cerminan ahlaqul karimah dan berbuah Rahmatan lil Alamiin..

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد!

Selanjutnya setelah kita tahu bahwa peran Agama Islam dalam Kehidupan, mampu memberikan bimbingan Kepribadian dengan Corak Muslim berjiwa Mukmin,Muchsin dan Muttaqiin yang akan memberikan Rahmatan Lil Alamiin,

Pertanyaannya bagaimana dengan corak kehidupan kita mendatang???

  1. KEHIDUPAN ISLAM YANG SEBENARNYA

2.1.  Sebagai Pribadi

2.2.  Sebagai Keluarga

2.3.  Bermasyarakat dan Bernegara

2.1. Sebagai Pribadi adalah :

Beraqidah

2.1.1. Memiliki prinsip hidup dan kesadaran Tauhid pada ALLAH SWT yang benar disertai keihlasan penuh ketundukan sebagai Ibad ar-Rahman.

Perhatikan Surah Al-Ihlas : 1-4 (Esa,tempat bergantung dan tidak ada yang menyamai)

2.1.2. Menjadikan iman dan tauhid sebagai sumber kegiatan hidup

Perhatikan An Nisa : 134 (Meskipun teah beriman tetap diminta untuk selalu memperbaharui keimanan.)

Berahlaq

2,1.3. Mengikuti Sunnah Rasul sehingga menjadi Uswah Hasanah.

Perhatikan Al-Kalam : 4 (Berbudi Pekerti luhur)

2.1.4. Dalam beramal selalu menekankan pada unsur ke ihlasan jauh dari riya’.

Perhatikan Al-Baiyinah : 5 (Muhlisindengan penuh ketaatan)

2.1.5. Menjadi panutan karena berahlaq mulia

2.1.6. Bekerja proffessional sesuai kemampuan profesi dan tidak korup

BERIBADAH

2.1.7. Membersihkan Jiwa mencapai Muttaqiin dengan ibadah yang tekun

2.1.8   Menghidupkan Ibadah Sunnah

BERMUAMALAH DUNIAWIYAH

2.1.8. Mengingat sebagai hamba dengan tugas sebagai Khalifatul fil ard

2.1.9. Berpikir jernih,jelas dan kreatif

2.1.10.Sebagai pekerja keras , disiplin ,maksimal untuk mencapai tujuan.

2.2. Kehidupan Keluarga

Kedudukan

2.2.1 Keluarga muslim  wajib mewujudkan agar tercapai keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.

2.2.2. Mengarah pada pembentukan Gerakan da’wah

Fungsi

2.2.3. Mampu mensoosialisasikan nilai Islami

2.2.4. Menjadi Contoh sebagai Keluarga yang baik

Barokallahu dst

Khutbah ke II

DOA

رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“WahaiT uhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (QS 18:10)

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ

فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيم ٌ

“YaTuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; YaTuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (QS 59:10)

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“YaTuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).” (QS 3:8)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 25:74)

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dantetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS 3:147)

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا

حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا

وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. YaTuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.YaTuhan kami,  janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang taks anggup kami memikulnya. Berima`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS 2:286)

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ ءَامِنُوا

بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan kedalam neraka, makasungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorangp enolongpun. YaTuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepadaTuhan-mu”, maka kamipun beriman.YaTuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidakmenyalahi janji.” (QS 3:192-194)

Rabbanaa atinaa fidunya hasanah dst..

Rabbanaa taqobbal minna innaka antas samiul ‘aliim dst

Selamat berjuang untuk menjadi Pribadi yang ber insan kamil

Mohon maaf atas segala kehilafan dan kesalahan

Billahit Taufiq wal Hidayah,

Wassalammu ‘alaikum wR. wB.

*) Disampaikan sebagai Materi Khutbah Iedul Fitri 1432 H di Lapangan Pemuda, Limo , Cinere

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s