Kreatif dan Ikhlas dalam Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Gambar
اسلام ءليكم ورحت الله وبرك ته
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُون
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيب
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا   يُصْلِحْ لَكُمْ   أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
 فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا,    ام بعد
فان اصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه و سلم  وشر الامور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل صلالة في النار
Disampaikan oleh : Bapak H. Effendi Mukhtar, SH. MH *)
Pada Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1433 H / 19 Agustus 2012
di Lapangan Pemuda Limo, Depok
Atas dasar sejarah hidup KH. Achmad Dahlan dari cerita-cerita yang didapatkan dari para sesepuh Muhammadiyah seperti dari Alm. KH. Mukhtar, KH. Sudjak, KH. Wasol Dja`far, KH. Raden Hajid, KH. Ahmad Badawi ,KH. Aslam Zaenuddin, KH. Dalhar BKN, Bapak H. Bajuri, KH. Bakir Saleh, Ki Bagus Hadikusumo, KH. Zaini, KH. Hasyim dan lain-lain, kita mendapatkan kesan bahwa KHA Dahlan itu hidupnya selalu penuh dengan pemikiran-pemikiran.
Pemikiran-pemikiran Alm.KHA Dahlan pada umumnya diarahkan :
1.      Apakah hidup kita ini sudah tepat menurut maksud yang menghidupkan
QS. Adz-Dzariyat :56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya :
Dan tidaklah Kami ciptakan Jin dan Manusia, kecuali untuk menyembah kepadaKu
Bahwa tujuan manusia itu diciptakan hanya untuk mengabdi / beribadah  kepada Allah SWT, oleh karena itu, hanya ada dua posisi kita hidup di dunia ini, kalau tidak sedang mengabdi/beribadah  kepada Allah,  pastilah kita sedang bermaksiat kepada Allah
Dari ayat di atas, terlihat bahwa tujuan Allah menciptakan kita  tiada lain hanyalah  untuk beribadah kepadaNya. Kalau  hidup kita tidak digunakan sebagaimana yang dikehendaki Allah, maka tubuh  kita akan rusak . Sebagai ilustrasi dapat diberikan contoh, mikropon ini gunanya adalah untuk berbicara, apabila kita gunakan untuk selain berbicara, contohnya untuk memukul, maka ia akan rusak walaupun bentuknya seperti pemukul. Begitu juga apabila hidup kita ini digunakan tidak untuk beribadah, maka ia akan rusak.
 Ibadah dalam hal ini tidaklah dimaksudkan ibadah mahdah semata, artinya  apapun yang kita lakukan dalam  segala aktifitas kita di dunia ini, seperti bekerja di kantor, petani bekerja di sawah, ibu yang memasakkan makanan untuk suami, anak  dan keluarganya, asalkan diniatkan untuk mencari ridho Allah, maka itu akan dipandang sebagai suatu ibadah, sebaliknya walaupun yang kita lakukan adalah ibadah, akan tetapi bila dilakukan bukan karena mencari ridho Allah, maka sebenarnya kita sedang bermaksiat kepada Allah.
2.      Apakah kita hidup ini sudah berpegang teguh dengan agama Allah ? sudah benar dan sudah tepat cara melaksanakannya ?
QS. Al- Maidah :3
 الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا
Artinya :
Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah aku cukupkan nikmatKu atasmu dan telah Kuridhoi Islam sebagai agamamu
Artinya syariat Islam itu telah sempurna dan tidak perlu kepada penambahan-penambahan. Jadi jangan berpikir suatu ibadah yang diada-adakan adalah baik, atau berprasangka buruk mungkin nabi lupa mengajarkannya,  sebab haruslah diyakini kalau  itu baik,  sudah barang tentu Nabi telah sampaikan dan para sahabat salafus shalih telah terlebih dahulu mengerjakannya.
ما بقي شيء يقاربكم الى الجنة ويبا عدكم عن النار الا قد بين لكم
Artinya
 
Tidak tersisa sedikitpun apa-apa yang akan mendekatkanmu kepada syorga dan menjauhkanmu dari api neraka, kecuali telah dijelaskan kepadamu ( tidak ada yang tertinggal )
QS. Yunus : 36
وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلاَّ ظَنًّا إَنَّ الظَّنَّ لاَ يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا إِنَّ اللّهَ عَلَيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ
Artinya :
Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Pada dasarnya segala ibadah _hukum asalnya adalah terlarang atau haram, kecuali telah diperintahkan oleh Allah dan RasulNya dan segala sesuatu urusan dunia hukumnya halal / boleh, kecuali apa-apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. Sebagai kesimpulan apabila menyangkut ibadah harus menunggu perintah dan apabila menyangkut urusan dunia menunggu larangan.
Apakah kita sudah meneladani Rasulullah SAW ?
QS. Al- Ahzab : 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya :
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
 
Hadis:
من عمل عملا ليس عليه امرنا فهو رد
      Artinya :
Barangsiapa yang beramal dengan amalan yang tidak kami perintahkan, maka amalan itu tertolak ( H.R. Bukhari, Ahmad dan Abu Daud )
 
ليس منا من عمل بسنتي غيرنا
Artinya :
Bukan dari golongan Kami yang beramal yang bukan berasal dari sunnah kami         (HR. Daylami )
Dalam sebuat Atsar  dari Sahabat Ibnu Mas`ud disebutkan :
      اقتصاد في سنة خير من اجتهاد في بدعة
Artinya :
Sederhana dalam melaksanakan sunnah, adalah lebih utama daripada bersungguh-sungguh dalam melaksanakan bid`ah,
Kebanyakan ummat Islam bersungguh-sungguh menambah-nambahkan ibadah, tetapi tidak berikhtiar menambah-nambah untuk kemajuan dunia. Dalam hal keduniawian, mereka sangat mundur, ini terbukti dengan bahwa hampir sebagian besar produk  teknologi berasal dari Negara barat ( Negara non muslim ), tetapi dalam menambah-nambah rupa ibadah, sungguh dikagumi kemajuannya.
Seseorang berbuat sesuatu yang menambah-nambah rupa ibadah tersebut, tujuannya adalah juga untuk mendekatkan diri kepada Allah, baik yang diada-adakan itu perbuatan atau perkataan, padahal sebenarnya ia telah membuat suatu aturan dalam agama tanpa ia sadari, padahal Allah dan rasulNya tidak mengizinkan hal tersebut dikerjakan, karena itu adalah hak prerogative Allah dan RasulNya. Oleh karena itulah setiap bid`ah yang menyangkut ibadah semata-mata, tidak ada yang baik  ( kullu bid`atin dhalalah / setiap yang diada-adakan itu adalah sesat ). Sehingga  ke empat ulama mahzab berkesimpulan,  bahwa sesuatu yang ditinggalkan nabi mengerjakannya, maka meninggalkan perbuatan itu, itulah yang sunnah dan mengerjakannya itulah yang bid`ah. Dari Abu Dawud dari Huzaifah ia berkata : “tiap-tiap ibadah yang tidak dilaksanakan oleh para sahabat, janganlah kamu kerjakan
 
 
3.      Selagi di dunia ini masih ada orang yang tidak melakukan ajaran agama Allah, padahal kita dapat datang kepadanya untuk mengajaknya, maka kita masih berdosa, masih bertanggungjawab kepada Allah.
 
QS : Al-Baqarah : 159-160
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُون
Artinya:
 
Sesungguhnya orang yang menyembunyikan bayyinah setelah kami turunkan keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah kami menerangkannya dalam Alkitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat oleh semua makhluk yang dapat melaknat.
Salah satu tugas dan amanah yang dibebankan kepada kita yaitu kita wajib menyampaikan atau memberi tahu yang benar kepada saudara kita sesuatu keterangan yang sudah nyata dari Quran dan Sunnah, apabila kita melihat saudara kita melakukan kesalahan , apalagi dalam ibadah, tetapi kalau mereka tidak mau menerima anjuran atau saran kita tersebut, kita telah terbebas dari ancaman ayat tersebut di atas yaitu tidak akan dilaknat oleh Allah dan semua makhluk yang dapat melaknat ;
4.      Beliau mempunyai pemikiran bahwa mundurnya Agama Islam Indonesia pada waktu itu, kebodohannya, kejorokannya, pecah belahnya sampai-sampai kerendahan nasibnya, terjajah oleh orang-orang Belanda yang hanya beberapa ratus orang, padahal ummat Islam Indonesia pada waktu itu sudah berpuluh-puluh juta, semuanya itu karena keislaman mereka tidak seperti yang ditunjukkan oleh Allah dan tidak seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Agama yang ditunjukkan oleh Allah langsung kepada Nabi Muhammad di kota Makah ketika pertama kali adalah murni, belum bercampur dengan pendapat, pemikiran-pemikiran yang sesat, filsafat  dan aplikasinya  dipraktikkan oleh Nabi SAW dan dilihat langsung oleh para sahabat, sehingga para sahabat dapat langsung bertanya kepada Nabi SAW apabila ada yang mau ditanyakan. Dalam Hadis sebagai contoh disebutkan : Shollu kama ro`aitumuni ushalli  ( Sholatlah kamu sebagaimana engkau melihat aku sholat ), sehingga adalah sesuatu hal yang mustahil, apabila ada sahabat yang mengerjakan suatu ibadah yang tidak dicontohkan oleh nabi. Oleh karena itulah Nabi SAW pernah bersabda bahwa generasi terbaik ialah sahabat pada generasiku dan yang sesudahnya dan yang sesudahnya, yaitu adalah para sahabat, seterusnya tabi`in dan tabi`ut tabi`in.
Sebagaimana diketahui, agama Islam datang ke Indonesia tidaklah melalui jalur dakwah langsung, tetapi dibawa oleh para saudagar Parsi dan Gujarat dan mengembangkannya di Indonesia melalui perdagangan dan kebudayaan. Sehingga adalah merupakan suatu keniscayaan, agama baru yang dibawa itu di tengah perjalanannya telah terkontaminasi dan dipengaruhi oleh beragam pemikiran, pendapat, kebiasaan dan budaya, dan filasafat  manusia dan  akhirnya sampai di Nusantara yang pada saat itu telah ada agama besar seperti Hindu dan Budha yang telah dianut oleh sebagian besar rakyat, sehingga dengan kedatangan agama baru itu, terjadilah percampuran dan tata cara beribadah yang saling mempengaruhi  dan akhirnya  secara perlahan-lahan sudah dianggap memang demikianlah tata cara beribadah agama Islam itu. Sebagai contoh masih banyak kita temui ada sebagian saudara-saudara kita ketika berdoa  harus menyertakan kemenyan sebagai syarat afdholnya berdoa dan lain sebagainya.
Oleh karena itu supaya kita mendapatkan kembali kemurnian agama Islam seperti yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW  dan yang telah dilakukan oleh para sahabat itu, haruslah dengan upaya dan usaha yang keras yaitu dengan menyaringnya dengan filter Al-Quran dan As-Sunnah shahihah, karena Nabi telah bersabda yang artinya Aku tinggalkan dua hal kepada kalian yang apabila kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian akan selamat yaitu Al-Qur`an dan Sunnah
·    Sami`na wa atho`na
·    Sami`na wa ashoina
·    Jangan banyak bertanya kepada Allah—- akan binasa dan tidak akan bisa melaksanakan perintah Allah seperti kaumnya Nabi Isa AS
5.      Pemikiran KHA Dahlan, agama Islam yang ditunjukkan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW, adalah agama yang :
·    membangkitkan manusia dari  kematiannya,
·    dapat membawa manusia dari kegelapan ke alam terang benderang,
·    dapat menarik dari alam perpecahan ke arah alam persatuan dan persaudaraan. Pendek kata dengan dengan Islam yang benar dan tepat, ummat manusia dapat sampai kepada kemuliaan dan keluhuran ;
·         Husnul Khalqi
         Ingatlah Sauqi Beik seorang Penyair Mesir pernah berkata :
 “ Kejayaan suatu bangsa hanyalah karena akhlaknya, jika akhlaknya telah bobrok, maka hancurlah bangsa itu
Keikhlasan adalah puncak dari pengamalan ajaran Islam. Dari  sana amal dimulai seberapapun derita yang kita hadapi, kejernihan hati, ketulusan jiwa  dan keihlasan beramal, akan menjadi pendobrak yang luar biasa. Sebab ketulusan itu sama artinya dengan “ tidak takut siapapun kecuali kepada Allah SWT  saja “, sebaliknya sikap riya akan mengantarkan kita kepada kegagalan, bahkan kebinasaan di dunia sampai akhirat. Allah SWT telah memperingatkan hal ini dengan firmannya dalam Al-Qur“an surat Al-Anfal ayat 47 yang artinya : dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari  kampung halamannya dengan sombong dan riya  kepada manusia,
Maka wahai para pemimpin, bersihkanlah hati dari riya dan sombong agar problema ummat ini bisa selesai.
Para pemimpin ummat harus mau duduk bersama untuk saling bermuwajahah dan bertukar fikiran, dengan begitu ikhtilaf ( perbedaan pendapat ) dapat dinormalisir dan diminimalisir sekecil mungkin dan perselisihan dapat dihindari sejak dini. Kendala yang paling berat justru dari dalam (internal ) ummat Islam sendiri, yakni kuatnya mentalitas ananiyah  ( keakuan / egoisme ) dan sohibul jaah ( keinginan berkuasa ). Kedua watak inilah yang selama ini membuat kita malas memulai mengucapkan salam, mengulurkan tangan atau berinisiatif mengunjungi sesama saudara.
Ada kesan siapa yang lebih dahulu mengucapkan salam, mengulurkan tangan atau mendatangi, berarti  lebih rendah dan lebih butuh ketimbang yang diziarahi, disapa atau dijabat. Padahal Nabi SAW jelas-jelas memerintahkan ummatnya untuk menyebarluaskan salam, menunjukkan kecintaan kepada saudaranya dan memelihara silaturrahmi
Namun keutamaan justru diperoleh oleh mereka yang memulai melakukan semua perilaku mulia tersebut.
Setelah itu harus ada kesadaran dari tiap-tiap pemimpin akan kapasitas dan kualitas dirinya. Mereka-mereka yang sudah malang melintang di jaman rezim lama tanpa bisa berbuat banyak untuk ummat, hendaknya tahu diri, apalagi kalau selama malang melintang itu merasa sudah kenyang mereguk berbagai fasilitas dan kenikmatan.  Era baru ke depan membutuhkan generasi pemimpin  baru yang bersih dari racun-racun rezim yang lama. Zaman baru membutuhkan pemimpin yang mengedepankan akhlaqul karimah, hidup bersahaja dan terbebas dari fanatisme sempit terhadap kelompok dan golongan serta mampu mengayomi semua lapisan masyarakat, bukankah Islam itu adalah rahmatan lil `alamin ?
Pemimpin pada hakikatnya adalah pelayan ummat. Sebab kepemimpinan itu adalah taklif  ( beban ) dan bukanlah tasyrif ( kemuliaan ), sehingga kalau ada kesalahan dari saudara kita yang kebetulan sedang memegang amanah, kita harus koreksi dengan santun lewat silaturrahmi, tetapi kalau ia menyalahi amanah, maka kita harus bertindak tegas
Kita percaya, masih banyak sosok di negeri ini yang memiliki kapasitas dan kualitas yang hebat / tinggi dan mumpuni, namun tidak pernah bisa muncul lantaran dominannya budaya hypokrit, menjilat dan money politic.
Kini layar keterbukaan, era reformasi dan demokrasi terbuka luas. Ini merupakan kesempatan yang baik yang kalau kita gagal meresponnya secara positif,  kita khawatir kesempatan ini adalah peluang terakhir yang kita punyai. Bukankah Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Anfal : 46 yang artinya janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar / takut dan hilang kekuatannmu
Hadis Nabi SAW : “ Siapa yang tidak peduli terhadap urusan kaum muslimin, maka ia bukan golongan kami.”
6.      Pemikiran KHA Dahlan yang antara lain didorong oleh Qur`an dan Hadis-hadis Rasulullah SAW, antara lain bacaan beliau terhadap Surat Ali Imran ayat 104 yang dengan pemikirannya yang sungguh-sungguh, timbul pemikiran beliau bahwa untuk memperjuangkan agama Islam seperti yang diyakini dan selalu dipikirkannya itu, tidak mungkin berhasil apabila tanpa adanya ummatun yang selalu  “ yad`una ilal khairi, ya`muruna bil ma`ruf wayanhauna `anil munkar “
Maka atas dasar pemikiran-pemikiran beliau itulah maka walaupun beliau sudah mengikuti Budi Utomo dengan Dr. Wahidinnya, mengikuti Syarikat Islam dengan Haji Samanhudi dan HOS Cokroaminotonya, rupanya beliau belum puas, sehingga beliau dengan bantuan murid-muridnya tetap mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi. Dan tujuan Muhammadiyah sederhana sekali ialah menyebarkan agama Islam ajaran Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Itu sudah mencakup semuanya ;
Aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu.
Kata-kata ini menurut almarhum KHM Yunus Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiayah Periode 1959 – 1962. Kata-kata  KHA Dahlan yang disampaikan pada waktu pertemuan para konsul Muhammadiyah di Yokyakarta ketika menunggu pulangnya Ki Bagus Hadikusumo dari Jakarta , pada saatnya Negara Republik Indonesia baru saja merdeka . Masih tahun 1945 ;
Kata-kata ini oleh bapak KHM Yunus Anis sudah dijelaskan bahwa kata   “mu “ disini tidak khusus untuk keluarga besar Muhammadiyah saja. Bahkan kepada masyarakat luas “mu” itu juga dialamatkan ;
Namun perlu dijelaskan, bahwa Muhammadiyah yang dititipkan oleh KHA Dahlan ini adalah Muhammmadiyah yang :
·   Parsyarikatan yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujud masyarakat utama yang adil makmur yang diridlai oleh Allah SWT ;
·   Parsyarikatan Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dan dakwah amar ma`ruf nahi munkar berakidah Islam dan bersumber pada Al-Qur`an dan Sunnah, bersih aqidahnya dari syirik dan khurafat dan bersih ibadahnya dari Bidah, karena itulah tujuan Muhammadiyah yaitu memberantas TBC yaitu Takhayul, Bid`ah dan Churafat, sehingga : Muhammadiyah ( artinya Pengikut Muhammad ) adalah sungguh berbeda dengan mereka yang pura-pura beriman, munafiq dan kazzab. Mereka yang jenis ini mengaku Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul, tetapi tidak mau patuh pada ajarannya, kehidupannya sangat jauh menyimpang dari ajaran Muhammad. Mereka mengaku Islam, tetapi pakaian mereka menampakkan aurat, hiburan mereka menonton takhayul dan khurafat, ekonomi mereka bercampur riba dan politik mereka penuh kecurangan ( Intrik dan money politik ) akibatnya ada kejadian pada waktu pembacaan Visi dan Misi Calon Bupati pada suatu daerah Tk II menjadi arena caci maki dan penghinaan.
QS Al Hujuraat : 11
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman [1411] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
 
Hadis :
Barangsiapa yang menutup aib saudaranya di atas dunia, maka Allah akan menutup aibnya di akhirat,
Semoga Allah melindungi kita dari kepura-puraan dan kemunafiqan.
Dalam penutupan Mukadimah anggaran dasarnya disebutkan :  “ Maka dengan Muhammadiyah ini, mudah-mudahan ummat Islam dapatlah diantarkan ke pintu gerbang Syurga Jannatunna`im dengan keridlaan Allah yang Rahman dan Rahim ;
Memahami uraian di atas, maka siapapun yang ingin menjadi anggota Muhammadiyah, apalagi yang ingin membantu menjadi anggota Pimpinan Muhammadiyah, lebih-lebih bagi siapapun yang berkeinginan mengembang-luaskan serta ingin melestarikan organisasi dan beramal dengan Muhammadiyah , maka untuk itu merasa harus berniat ibadah kepada Allah semata-mata.
Riwayat dari Ki Bakir Saleh, Bapak Ki bagus Hadikusuma pernah berkata kepada KH Bakir saleh dengan katanya :
“ Kir, orang di Muhammadiyah harus dengan sungguh-sungguh ikhlas karena Allah. Siapa yang tidak ikhlas, maka ia akan rugi dunia akhirat. Di dunia, Muhammadiyah tidak dapat memberi apa-apa, sedang di akhirat, tentu Allahpun tidak akan memberti apa-apa “.
Berorganisasi dengan organisasi Muhammadiyah, kita harus menyadari bahwa Muhammadiyah itu adalah sarana untuk menjunjung tinggi Agama Allah. Sarana untuk menyebarluaskan kalimah Allah.
Oleh karena itu kreatifitas dalam berorganisasi, sangat diperlukan, Organisasi kita jangan statis, jangan beku. Yang penting berhasilnya tujuan parsyarikatan.
Namun demikian segala sesuatu harus pula dengan musyawarah. Kita harus menyadari bahwa Allah masih selalu melimpahkan karuniaNya kepada Muhammadiyah karena Muhammadiyah masih selalu bermusyawarah. Dari tahun 1330 H / 1912 M Muhammadiyah tetap membiasakan bermusyawarah.
Memang musyawarah tidak 100 % positif. Namun barakah Allah banyak dikaruniakan dalam kita bermusyawarah. Dan jangan lupa, kalau kita bermusyawarah, jangan lupakan adab musyawarah. Yang penting bagi kita jangan lupa, bahwa kita bermuhammadiyah ini mencari ridla Allah SWT.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
نصر من الله
Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
للهم صل على محمد وعلى ال محمد كما صليت على ال ابراهيم انك حميد مجيد وبارك على محمد وعلى ال محمد كما باركت على ال ابراهيم انك حميد مجيد
اللهم اغفر للمسلين والمسلمات والمؤمنين و المؤمنات الاحياء منهم والاموات
رب اغفرلي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا
اللهم اني نسالك سلامة في الدين وعافية في الجسد وزيادة في العلم وبركة قي الرزق وتوبة قبل الموت ورحمة عند الموت ومغفرة بعد الموت
اللهم هون علينا في سكرة الموت والنجاة من النار والعفو عند الحساب
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ  رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عبادالله
ان الله ئامر بالعدل والاحسان وايتاءزى القرب وينهون عن الفخشاء والمنكر
واسلام عليكم ورحمت الله وبركا ته
———————————————————————-

*) Hakim di Pengadilan Negeri, Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s